Togo berikan bonus recehan

agen bola online – Striker Tottenham Hotspur, Emmanuel Adebayor, menjawab kritik soal keputusannya menolak bergabung dengan timnas Togo. Menurutnya, keputusan tersebut bukan berdasarkan uang seperti yang dituduhkan, tapi lebih karena cara Federasi Sepak Bola Togo (FTF) yang tak profesional dalam mengelola timnas. Baginya, bonus Togo terlalu kecil. Adebayor dipanggil masuk timnas Togo untuk Piala Afrika Januari 2013 nanti, namun menolak. Ia masih trauma oleh insiden Piala Afrika 2010 di Angola, di mana timnya diserang gerombolan bersenjata hingga tiga rekannya tewas. Dia juga masih kecewa oleh sikap FTF Togo yang masih menolak beberapa tuntutan agar lebih profesional. Akan tetapi, pejabat FTF mengatakan, Adebayor menolak bergabung dengan timnas karena keberatan soal pembayaran bonus. Adebayor yang sudah membela Togo dalam 54 pertandingan, langsung membantahnya.

“Aku telah mendengarkan banyak orang yang mengatakan kalau aku tak mau bergabung dengan timnas di Piala Afrikakarena bonus yang belum terbayar. AKu tak membutuhkan bonus dari Togo. Bonusnya cuma 1.000 pounds (sekitar Rp 15 juta) per pertandingan. AKu menolak memperkuat timnas bukan karena uang. Ini semua soal organisasi. Itu di bus di Angola ketika orang meninggal di depanku. Aku memeluk mereka meregang nyawa. Bahkan, pemerintah juga tak mau membayar perawatan mereka yang selamat. Ini bukan tindakan yang benar. Itu situasi yang mengerikan,” tutur Adebayor, sambil mengenang tragedi Piala Afrika 2010.

Piala Afrika 2013 akan digelar di Afrika Selatan. Togo termasuk tim yang lolos ke putaran final. “Aku katakan, kita membutuhkan organisasi (yang baik), jika tidak kita tak akan berangkat. Sekarang, kami harus pergi ke Afrika Selatan dan tak ada perubahan. Afrika Selatan tepat yang bagus, tapi Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Maka, kita harus terorganisasi, sementara Togo tak seperti itu. Itu sebabnya aku tak mau berangkat,” jelasnya. Adebayor juga menjelaskan, “pada saat aku kembali dan memperkuat Togo, kebanyak ongkos kepulanganku tak diganti. Itu tak masalah, kebetulan aku memiliki penghasilan yang bagus. Tapi, ini soal keselamatan. Bahkan, aku membayar keperluan pemain lain. Saat tanding negara lain, pulangnya mereka ternyata banyak yang belum diberi tiket.”

Organisasi parah dari FTF tersebut juga menyangkut banyak hal. “Kadang, kami pergi ke hotel untuk sebuah pertandingan dan ternyata tak ada seorang pun yang memesan kamar. Atau, hanya ada 10 kamar yang dipesan untuk satu tim, padahal harusnya 20 kamar, bukan 10. Sehingga, kami harus mengeluarkan uang untuk kamar tambahan,” lanjutnya. Adebayor pun terpaksa buka borok TFT karena ia justru dikambinghitamkan. Seolah-olah, ia menjadi penghianat bangsa hanya karena uang. Bahkan, katanya, sering kali tim harus menginap di hotel yang sangat buruk.

“Kami tak dapat tinggal di hotel yang toiletnya saja tak berfungsi. Bahkan, ada air yang masuk dari jendela dan shower tak berfungsi. Sedangkan, makanan yang disajikan tak layak. Sehingga, saya harus membawa semua tim untuk makan di restaurant dan membayar semuanya,” jelasnya.

“Pada 2010, aku menggandakan bonus pemain dengan uang pribadiku. Sehingga, aku pun harus mengeluarkan uang sebesar 60.000 pounds (sekitar Rp 937 juta). Aku melakukannya karena cinta negaraku. Tapi, Anda harus ingat apa yang terjadi di Angola. Aku harus keluar dari bus dengan pakaian dan helm antipeluru. Ada yang menginginkan aku mati. Sebab, ada yang mengatakan kalau akulah target utamanya,” tuturnya. Adebayor melanjutkan, “Aku menyatakan pensiun dari timnas tapi publik memintaku untuk kembali dan aku bisa memanfaatkan pengalamanku. Maka, aku pun setuju. Aku terus mengatakan kepada FTF agar mereka memperbaiki organisasinya, tapi mereka tak mendengarkannya. Aku senang kami bisa lolos ke putaran final lagi, tapi aku tak mau ambil risiko lagi.”

“Tak adil pula buat pemain lainnya yang berkarier di berbagai belahan dunia. Sebagian pemain kami bermain di negara seperti Afghanistan. Maka, mereka harus dibayar cukup untuk ongkos transportasinya. Pemain-pemain ini tidak memiliki cukup uang. Dan, mereka harus mengeluarkan yang uang sebesar 1.300 pounds (sekitar Rp 20 juta) untuk bisa pulang, Hanya ada sekitar 5 persen aku kembali memperkuat timnas Togo. Aku tak mau ambil risiko. Ingat, pada 2007, 20 pejabat sepak bola Togo meninggal dunia karena kecelakaan helikopter di Sierra Leone. Harus ada perubahan. Jika tidak, aku akan tetap di London dengan keluargaku dan tetap membela Tottenham. Ini tergantung mereka, bukan aku. Dan aku akan kembali menegaskan, ini bukan masalah uang,” Ujar Adebayor. – agen taruhan bola

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s