Fakta tentang mu vs liverpool

agen bola online – Persaingan Setan Merah versus The Reds merupakan persaingan paling besar dalam sejarah sepakbola Inggris. Peperangan antara dua kubu tersebut selalu sengit dan penuh drama. Nada sinis, mengejek dan saling menghina pasti terjadi jika kedua raksasa ini bertemu. MU dan Liverpool sejatinya dua klub tersukses di daratan Inggris. Keduanya selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik. The Reds lebih dulu menguasai Inggris dan Eropa. Mereka meraih 18 gelar liga dan lima Piala/Liga Champions. Adapun Setan Merah itu memenangi 19 gelar liga dan tiga Piala/Liga Champions. Total, kedua kubu sudah meraih 119 gelar (Liverpool 59 dan MU 60) di semua turnamen dan kompetisi. Selain fakta di atas, masih ada fakta-fakta menarik lain yang melibatkan rivalitas keduanya. Berikut fakta-fakta menarik antara MU vs Liverpool: Hooligans tumbuh dan berkembang di Inggris di tahun 1970-an. Fans kedua klub ini juga termasuk ke dalamnya. Beberapa insiden pun terjadi setiap kali kedua tim bertemu. Hampir selalu ada ketegangan dan ancaman bentrok jika pertandingan berlangsung. Fans kedua tim juga saling sindir soal tragedi masing-masing. Suporter MU selalu mengolok musuhnya dengan tragedi Heysel 1985 dan Hillsborough 1989. Tragedi yang terakhir ini memakan korban 96 orang nyawa fans The Reds. Liverpudlian pun tak terima dan balas mengejek. Mereka membalas dengan nyanyian hinaan atas tragedi Muenchen 1958 yang menewaskan rombongan skuad Setan Merah.

Pantang bagi pemain menyebrang dari Liverpool ke setan merah maupun sebaliknya. Hal ini belum pernah tercipta di 49 tahun belakangan. Pemain terakhir yang memiliki “nyali” untuk berkhianat adalah Phil Chisnall. Ia pindah dari Old Trafford ke Anfield. Total, cuma ada sembilan pemain yang berani menyebrangi kedua klub. Namun, ada juga sejumlah pemain yang pernah membela kedua klub, tapi tidak melalui proses transfer di antara keduanya. Mereka adalah Paul Ince, Peter Beardsley dan Michael Owen. Pada 2007 sempat ada kasus yang melibatkan pemain asal Argentina, Gabriel Heinze. The Reds ketika itu memberikan penawaran kepada MU untuk membeli Heinze. Namun, Setan Merah menolaknya mentah-mentah. Padahal, Heinze terang-terangan menyatakan ingin pindah ke Anfield. Fergie pun akhirnya naik pitam dan lebih memilih melepas Heinze ke Real Madrid. – agen taruhan bola

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s